Skip to content
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
Instagram Linkedin

Investasi KEK Serap 151,2 Ribu Tenaga kerja

Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga kuartal III-2024 mencapai Rp 242,5 triliun. Berkaitan itu, penye­rapan tenaga kerja meningkat signifikan dibandingkan dengan periode lalu dengan jumlah tenaga kerja secara kumulatif hingga September 2024 menca­pai 151.260 orang. Pelaksana Tugas (Plt) Sekre­taris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, dengan 394 pelaku usaha di KEK, pihaknya optimis bahwa target investasi di KEK dapat tercapai. Angka tersebut telah menunjukkan kontribusi positif KEK terhadap perekonomian nasional melalui capaian investasi dan penyerap­an tenaga kerja. Dia berharap seluruh KEK ini bisa mencapai target yang telah ditetapkan. “Kami mengharapkan pada sisa tahun 2024, seluruh KEK mampu memenuhi komitmen dan mendorong rencana realisa­si investasi dan serapan tenaga kerja yang telah ditargetkan sebelumnya,” jelas Edwin dalam keterangan resmi, Minggu (17/11/2024). Dari 24 KEK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, delapan KEK unggulan seperti KEK Kendal, KEK Sei Mangkei, KEK Mandalika, KEK Nongsa, KEK Sanur, KEK Singhasari, KEK Kura Kura Bali, dan KEK Lido telah menunjukkan kema­juan signifikan dengan merea­lisasikan sebagian besar target investasi (di atas 75%). Di sisi lain, beberapa KEK juga menca­tatkan kinerja menonjol dalam penyerapan tenaga kerja seperti KEK Batam Aero Technic (BAT), KEK Sanur dan KEK Kura Kura Bali. Pemerintah terus mendu­kung berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pe­ngelolaan KEK di Indonesia. “Salah satu upaya untuk optimalisasi pengembangan KEK melalui debottlenecking bersama stakeholder, sehingga diharapkan kinerja KEK ke depan dapat lebih optimal,” kata dia. Adapun Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bekerja sama dengan LPEM UI untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja KEK secara tepat dan reliable. Tahun ini LPEM UI me­ngembangkan indikator peni­laian pada KEK menjadi 3 pilar untuk melakukan kajian dengan penilaian pada pilar kinerja pelayanan, kinerja capaian, dan dampak luas. Dewan Nasional mengevalu­asi kinerja pengembangan KEK dan menganalisis kontribusi ekonomi dari KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional, namun juga untuk merumuskan penyele­saian atas isu strategis yang muncul dalam merealisasikan investasi dan penyerapan tena­ga kerja. Nama Media: Investor Daily Narasumber: Pelaksana Tugas (Plt) Sekre­taris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang

Read More »

Manufaktur Masih Menjadi Motor Pertumbuhan

Pemerintah perlu mendorong industri manufak­tur untuk tumbuh lebih tinggi lagi. Ini menjadi syarat jika ingin mencapai ambisi pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Peneliti Institute for Development of Economics and Fi­nance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai, untuk menca­pai ekonomi 8%, industri manufaktur harus tumbuh kisaran 8,5% hingga 9% per tahun dengan nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan sebesar Rp 16.000 triliun. “Industri pengolahan adalah kontributor terbesar PDB. pertumbuhan ekonomi selalu tergantung pada per­tumbuhan industri. Biasanya kalau industrinya tumbuh, ekonominya tumbuh, kalau industri melambat ekonomi melambat,” tutur Ahmad, Senin (18/11). la menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut memang cukup sulit. Pasalnya, saat ini nilai PDB industri atas dasar harga konstan, sekitar Rp 2.200 triliun. Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri manufaktur hanya sebesar 4,24% atau sebesar Rp 242 triliun terhadap PDB atas dasar harga konstan pada kuartal ITT-2024. Sektor manufaktur, berkontribusi sebesar 19,02% dalam PDB harga berlaku. Agar sektor industri dan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh sekitar 8%, maka semua sektor ekonomi dari pertanian hingga jasa produktivitas total faktor (PTF) harus tumbuh 3,20%. Sementara itu, ia mencatat, PTF dalam 10 tahun terakhir belum pemah tumbuh diatas 3,20%. Nama Media: Kontan Narasumber: Peneliti Institute for Development of Economics and Fi­nance (Indef) Ahmad Heri Firdaus

Read More »

About Us

  • Why Invest In Indonesia

Investment Guidebook

Download Here

Project Opportunities

  • Infrastructure
  • Energy
  • Healthcare​
  • Tourism
  • Special Economic Zone​
  • Industrial Estate

Procedure

  • Setting Up Company​
  • Taxation
  • Incentives
  • Foreign Company Representative Office
  • Legal Overview

Contact Info

  • Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London
  • Ministry of Investment of the Republic Indonesia - Investment Coordinating Board (BKPM)
  • +44 (0) 3440 3830
  • iipc.london@investinindonesia.uk
  • 19th Floor, Heron Tower, 110 Bishopsgate, London EC2N 4AY, United Kingdom
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  1. Anambas
  2. Bandung
  3. Bangka
  4. Banyuwangi
  5. Bengkulu
  6. Blitar
  7. Blora
  8. Bogor
  9. Bonoi Tidal River Bore
  10. Bugam Raya
  11. Bulukumba
  12. Cianjur
  13. Donggala
  14. Garut
  15. Gresik
  16. Gunung Kidul
  17. Gunung Sitoli
  18. Jambi
  19. Kerinci
  20. Kulon Progo
  21. Magelang
  22. Malang
  23. Medana
  24. Merangin
  25. Mojokerto
  26. Muara Enim
  27. Nias Utara
  28. Pagar Alam
  29. Palembang
  30. Palu
  31. Pangandaran
  32. Pasuruan
  33. Pekanbaru
  34. Pesisir Selatan
  35. Pontianak
  36. Rembang
  37. Rote Island
  38. Rupat Island
  39. Sabang Weh Island
  40. Samosir
  41. Sanggau
  42. Saumlaki
  43. Selayar Island
  44. Selayar
  45. Semarang
  46. Serang
  47. Singkawang
  48. Sleman
  49. Sukabumi
  50. Sumenep
  51. Sungai Penuh
  52. Tasikmalaya
  53. Toba Samosir
  54. Trenggalek
  55. Wakatobi
  56. Wonogiri
  1. Wakatobi
  2. Tanjung Lesung
  3. Morotai
  4. Mandalika
  5. Labuan Bajo
  6. Kepulauan Seribu dan Kota Tua
  7. Bromo
  8. Borobudur
  9. Lake Toba
  10. Tanjung Kelayang