Skip to content
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
Instagram Linkedin

Di London, Presiden Raih Investasi Hingga US$8,5 Miliar

Lawatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Inggris berhasil membawa komitmen investasi sebesar US$8,5 miliar setelah bertemu sejumlah pemimpin perusahaan. Kepala Negara menegaskan bahwa hasil tersebut menunjukkan optimisme para pelaku usaha Inggris terhadap ekonomi Indonesia. “Barusan saya bertemu dengan pemimpin-pemimpin perusahaan besar, di sini ada 19 tokoh. Mereka sudah berkomitmen investasi US$8,5 miliar. Ini menunjukkan optimisme mereka terhadap ekonomi kita,” ujar Presiden Prabowo di London. Presiden juga menekankan bahwa kepercayaan global terhadap Indonesia terus meningkat, sebagaimana terlihat dari kunjungan sebelumnya ke Brasil, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Selain itu, komitmen pemerintah terhadap tata kelola yang bersih dan efisien juga menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor. “Saya kira ini cukup bagus menunjukkan kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia. Tentunya pemerintah yang bersih mereka sangat menghargai itikad kita,” ungkap Presiden Prabowo. Presiden Prabowo dalam CEO Roundtable Forum yang digelar di Lancaster House, London ini mempertemukan Presiden Prabowo dengan 19 pemimpin perusahaan besar Inggris untuk membahas peluang investasi strategis di Indonesia. Forum ini menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia untuk menunjukkan keseriusannya dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan komitmen investasi yang telah tercapai, forum inimenjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Inggris dan membuka peluang kerja sama lebih luas di berbagai sektor. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang turut hadir dalam forum tersebut, menjelaskan bahwa para CEO sangat tertarik pada berbagai sektor prioritas di Indonesia, termasuk transisi energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang STEM dan kesehatan. “Mereka ingin melihat bagaimana arah kebijakan dan komitmen Presiden terhadap investasi. Banyak yang sangat tentu saja surprise dalam artian positif mendengar sendiri dari Bapak Presiden mengenai prioritas dan komitmen terhadap clean dan efficient government itu sangat-sangat diapresiasi betul,” ujar Sri Mulyani. Hal senada diungkapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani yang menyatakan bahwa stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, serta transisi pemerintahan yang damai, telah meningkatkan kepercayaan investor. Rosan juga menyampaikan rencana untuk menindaklanjuti komitmen ini dengan pertemuan lebih lanjut bersama perusahaanperusahaan yang telah menyatakan minatnya. “Antusiasme untuk berinvestasi di Indonesia bukan hanya tinggi, tapi makin tinggi. Mereka melihat stabilitas politik dan ekonomi kita sangat baik, dan transisi pemerintahan yang berjalan damai memberikan kepercayaan lebih tinggi,” ucap Rosan. Sebelumnya, Senior Policy Fellow for Energy and Environment The Economic Research Institute of ASEAN and East Asia (ERIA) ProfJun Arima mengatakan target pertumbuhan 8% pemerintahan Prabowo. Menurut dia, ada banyak tantangan, tapi menurut saya tantangan terbesar adalah bagaimana mengundanginvestasi asing ke Indonesia. Dan untuk melakukannya, saya rasa perlu mempersiapkan lingkungan yang mendukung bagi investor asing. Misalnya, stimulasi berbagai peraturan yang terkadang sangat rumit. Jadi deregulasi atau reformasi pasar dan sebagainya, itu akan menjadi salah satu cara untuk menarik investasi asing. Lebih lanjut Prof Jun Arima mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berencana untuk merealisasikan B100, saya tidak tahu apa maksudnya, bot 100, atau menggunakan bahan bakar minyak yang berasal dari minyak sawit 100 persen. Menurutnya ada beberapa dampak Pertama, hal tersebut dapat mengurangi ketergantungan importerhadap minyak bumi dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati dalam negeri. Dan itu adalah hal yang baik untuk ketahanan energi Indonesia. Hal lainnya adalah mungkin dengan memperluas penggunaan bahan bakar nabati, hal tersebut dapat menciptakan konflik antara bahan bakar nabati dan produksi pangan. Dan juga dapat menyebabkan deforestasi. Jadi itu adalah isu yang perlu dipertimbangkan. Nama Media:Neraca Narasumber:Presiden, Prabowo Subianto

Read More »

RI Kantongi Investasi Tangguh USD 7 Miliar

Dalam lawatannya ke London, Inggris, Presiden Prabowo Subianto mengantongi keputusan investasi akhir atas proyek Tangguh Ubadari, Carbon Capture Utilization & Storage/CCUS, dan Compression (UCC). Nilainya sekitar USD 7 miliar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan investasi tersebut diambil melalui evaluasi pihak BP Tangguh bersama pemerintah melalui SKK Migas. Menurut dia investasi itu menandakan bahwa iklim usaha migas di Indonesia masih menarik. “Investasi sekitar USD 7 miliar ini sangat besar dan turut mendukung produksi migas nasional. Juga yang terpenting meningkatkan nilai tambah bagi daerah. Peningkatan pendapatan daerah, multiplier effect yang positif bagi daerah,” ujar Bahlil di Jakarta kemarin (25/11). Melalui proyekUCC Tangguh itu, pemerintah akan lebih fokus pada peningkatan produksi migas untuk mendukung visi-misi Presiden Prabowo dalam mencapai ketahanan dan kedaulatan energi. ‘Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk meningkatkan produksi dan lifting migas. Dengan adanya proyek BP Tangguh, pemerintah akan lebih fokus mengupayakan peningkatan produksi migas,” imbuh Bahlil. Sebagaimana diketahui, cadangan gas dari proyek UCC itu sekitar 3 triliun kaki kubik (TCF) dan direncanakan on stream tahun 2028. Proyek UCC tersebut mencakup pengembangan lapangan gas Ubadari, peningkatan perolehan gas (EGR) melalui penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) di lapangan Vorwata, serta pemasangan kompresor di darat, perluasan dan pemanfaatan infrastruktur yang telah ada di fasilitas Tangguh LNG di Papua Barat. Proyek tersebut merupakan proyek CCUS skala besar yang terdepan dan berpotensi menjadi CCS hub pertama di Indonesia dengan potensi kapasitas penyimpanan CO2 sekitar 1,8 gigaton. Pada fase awal akan menginjeksikan sekitar 15 juta ton CO2 dari emisi fasilitas operasi Tangguh LNG. Proyek Tangguh LNG turut mendukung kapabilitas tenaga kerja operasional nasional. Bahkan, 70 persen di antaranya merupakan tenaga kerja asal Papua dan ditargetkan meningkat menjadi 85 persen pada 2029. Di sisi lain. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani baru-baru ini melakukan pertemuan dengan 150 pelaku usaha terkemuka di London, Inggris. Rosan menekankan peluang investasi di Indonesia, khususnya pada sektor pendidikan, renewable energy, serta hilirisasi. Dari sisi energi, Rosan menyebut potensi besar energi terbarukan di Indonesia yang mencapai 3.700 gigawatt berasal dari hidro, angin, tidal, dan panas bumi. “Saat ini kami masih banyak bergantung pada energi berbasis bahan bakar fosil. Kami bertekad mengurangi ketergantungan tersebut,” jelas Rosan.  Nama Media:Jawa Pos Narasumber:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia

Read More »

Pengusaha Inggris Ditawari Peluang Investasi di Sektor Prioritas

Pemerintah Indonesia menekankan peluang investasi di Indonesia khususnya pada sektor pendidikan, renewable energy, serta hilirisasi. Hal ini menumbuhkan optimisme kepada para pelaku usaha Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani saat membuka forum bisnis ber­judul Indonesia Investment Forum (IIF) 2024 di London, Inggris pada 22 November 2024. IIF 2024 adalah acara tahunan unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Indone­sia Investment Promotion Centre (IIPC) London, bekerja sama de­ngan Kedutaan Besar Republik In­donesia (KBRI) di London. Melalui sesi informatif, diskusi interaktif, dan business matching, acara ini dirancang untuk melibatkan para pelaku usaha dari Inggris dan Ero­pa. Para peserta akan memperoleh wawasan berharga mengenai pe­luang investasi di sektor prioritas di Indonesia termasuk Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis untuk 28 komoditas utama di Indonesia di antaranya nikel, rumput laut, dan kelapa sawit. Forum yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London ini dihadiri oleh 150 pelaku usaha terkemuka di Inggris. Berdasarkan catatan Kementeri­an Investasi dan Hilirisasi/BKPM, investasi Inggris di Indonesia mencapai US$ 2,28 miliar pada periode 2019-September 2024. Pada periode tersebut, investasi Inggris di Indonesia didominasi oleh sektor pertambangan (22%); tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan (17%); industri ma­kanan (11%); jasa lainnya (9,2%); serta properti, kawasan industri, dan kegiatan usaha (8,2%). Berdasarkan lokasi, investasi Inggris lebih besar berada di luar Pulau Jawa (64%) dibanding Pulau Jawa (36%). Lokasi dengan inves­tasi tertinggi adalah Jawa (36%), Papua (21%), Sumatera (19%), Kalimantan (12%), serta Bali dan Nusa Tenggara (8,7%). Rosan menjelaskan, Indonesia telah membuktikan daya tahannya di tengah tantangan global. De­ngan pertumbuhan ekonomi yang stabil, reformasi struktural, dan visi pembangunan berkelanjutan, pihaknya mengundang investor global untuk bergabung dalam transformasi ekonomi Indonesia. “Dengan dukungan kuat dari pemerintah, kami optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan,” jelas Rosan dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (25/11/2024). Inggris merupakan salah satu destinasi favorit bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri, berkat reputasi akademiknya dan kualitas pendidikan yang unggul. Komitmen Inggris dalam mendu­kung pengembangan pendidikan di Indonesia semakin terlihat de­ngan hadirnya dua universitas asal Inggris, yaitu Lancaster University di Kota Bandung, Jawa Barat dan King’s College London (KCL) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur Nama Media:Investor Daily Narasumber:Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani

Read More »

About Us

  • Why Invest In Indonesia

Investment Guidebook

Download Here

Project Opportunities

  • Infrastructure
  • Energy
  • Healthcare​
  • Tourism
  • Special Economic Zone​
  • Industrial Estate

Procedure

  • Setting Up Company​
  • Taxation
  • Incentives
  • Foreign Company Representative Office
  • Legal Overview

Contact Info

  • Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London
  • Ministry of Investment of the Republic Indonesia - Investment Coordinating Board (BKPM)
  • +44 (0) 3440 3830
  • iipc.london@investinindonesia.uk
  • 19th Floor, Heron Tower, 110 Bishopsgate, London EC2N 4AY, United Kingdom
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  1. Anambas
  2. Bandung
  3. Bangka
  4. Banyuwangi
  5. Bengkulu
  6. Blitar
  7. Blora
  8. Bogor
  9. Bonoi Tidal River Bore
  10. Bugam Raya
  11. Bulukumba
  12. Cianjur
  13. Donggala
  14. Garut
  15. Gresik
  16. Gunung Kidul
  17. Gunung Sitoli
  18. Jambi
  19. Kerinci
  20. Kulon Progo
  21. Magelang
  22. Malang
  23. Medana
  24. Merangin
  25. Mojokerto
  26. Muara Enim
  27. Nias Utara
  28. Pagar Alam
  29. Palembang
  30. Palu
  31. Pangandaran
  32. Pasuruan
  33. Pekanbaru
  34. Pesisir Selatan
  35. Pontianak
  36. Rembang
  37. Rote Island
  38. Rupat Island
  39. Sabang Weh Island
  40. Samosir
  41. Sanggau
  42. Saumlaki
  43. Selayar Island
  44. Selayar
  45. Semarang
  46. Serang
  47. Singkawang
  48. Sleman
  49. Sukabumi
  50. Sumenep
  51. Sungai Penuh
  52. Tasikmalaya
  53. Toba Samosir
  54. Trenggalek
  55. Wakatobi
  56. Wonogiri
  1. Wakatobi
  2. Tanjung Lesung
  3. Morotai
  4. Mandalika
  5. Labuan Bajo
  6. Kepulauan Seribu dan Kota Tua
  7. Bromo
  8. Borobudur
  9. Lake Toba
  10. Tanjung Kelayang