Skip to content
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
Instagram Linkedin

28 Komoditas Unggulan Indonesia Mampu Sumbang 618 miliar Dolar AS

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan 28 komoditas unggulan Indonesia mampu menghadirkan potensi ekonomi mencapai 618 miliar dolar AS serta potensi nilai ekspor mencapai nilai ekspor 857,9 miliar dolar AS. SURABAYA PAGI, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan 28 komoditas unggulan Indonesia mampu menghadirkan potensi ekonomi mencapai 618 miliar dolar AS serta potensi nilai ekspor mencapai nilai ekspor 857,9 miliar dolar AS. “Dan kita lihat adalah kontribusi yang dibutuhkan sangat besar hingga 2040 angkanya sudah ada adalah 618 miliar dolar AS, dengan angka kontribusi pada peningkatan PDB sebesar 235,9 miliar dolar AS,” kata Rosan dalam Rapat Koordinasi Investasi Nasional yang digelar di Jakarta, Rabu (11/12). Rosan menjelaskan 28 komoditas strategis dari delapan sektor utama meliputi mineral, batu bara, minyak bumi dan gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan. Yang secara rinci terdiri dari komoditas mineral dan batubara meliputi batu bara, nikel, timah, tembaga, bauksit, besi baja, emas perak, aspal buton, pasir silika, mangan, kobalt dan logam tanah jarang. Disusul sektor minyak dan gas bumi. Komoditas perkebunan berupa kelapa sawit, kelapa, karet, biofuel, coklat dan pala. Sektor kehutanan meliputi kayu balok, getah pinus. Sektor perikanan meliputi udang, ikan tuna; cakalang dan tongkol (TCT), tilapia serta rajungan, sementara sektor kelautan yakni rumput laut dan garam. Ia menjelaskan bahwa pemerintah selama ini memang menggarap hilirisasi komoditas mineral, namun ke depan di sektor lain yang meliputi perkebunan, pertanian dan kelautan dan perikanan akan turut dikembangkan lebih jauh. Dengan pengembangan sejumlah komoditas itu maka diproyeksikan mampu menghadirkan sekitar 3 juta lebih lapangan kerja baru. Dalam paparannya, Rosan mengusulkan rekomendasi kebijakan pendukung hilirisasi yang dapat dilakukan pada sejumlah bidang yakni perdagangan lewat penerapan bea keluar untuk komoditas mentah produk, menyepakati perjanjian datang dengan pasar utama ekspor produk hilir. Bidang insentif fiskal tambahan untuk hilirisasi meliputi subsidi berbasis produksi di hilir dan pemotongan PPN untuk produk hilir. Bidang pembiayaan untuk investasi hilir domestik dengan rekomendasi Himbara memprioritaskan pemberian kredit kepada investor dalam negeri dengan relaksasi syarat equity. Selain itu juga mempromosikan kepada investor global untuk produk hilir. Hal lain yakni penguasaan teknologi pemain di hilir domestik dengan melakukan kolaborasi riset antara pemerintah (BRIN), perguruan tinggi hingga swasta. Ia juga menyoroti perlunya harmonisasi penguatan implementasi regulasi terkait hilirisasi. Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Nurul Ichwan mengatakan satu di antara sejumlah tantangan dalam menarik modal asing masuk ke tanah air adalah kurangnya penelitian dan pengembangan. Kelemahan Indonesia dalam aspek penelitian dan pengembangan itu terkait dengan kapasitas sumber daya manusia, yang kemudian berdampak pada kualitas dan kuantitas teknologi, khususnya yang diperlukan untuk hilirisasi. “Tidak cukup dengan menyebut Indonesia berlimpah sumber daya alam, namun kita harus mempertanyakan juga soal kapasitas SDM untuk memprosesnya melalui hilirisasi,” kata Ichwan. Karena itulah, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target capaian pertumbuhan ekonomi 8 persen, akan memfokuskan peningkatan riset dan pengembangan. Caranya dengan memanfaatkan penelitian yang banyak dijalankan oleh akademisi di universitas. Nama Media:Surabaya Pagi Narasumber: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani

Read More »

Bangun Pabrik, Produsen Mainan Investasi di Subang

Produsen mainan global, Cititoy, tengah merancang pembangunan pabrik baru di Indonesia. Tepatnya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, melalui PT Kids Play Indonesia. Presiden Direktur PT Kids Play Indonesia Ken Cheung menjelaskan, pihaknya tengah memperluas jangkauan dengan mendirikan pabrik baru di Subang Smartpolitan. ’’Kami tertarik dengan iklim bisnis Indonesia yang kompetitif dan keunggulan strategis yang ditawarkan oleh Subang Smartpolitan,’’ ujar Ken, Selasa (10/12). Dia menjelaskan, nilai investasi PT Kids Play Indonesia di Subang Smartpolitan mencapai lebih dari USD 60 juta. Investasi itu untuk membangun fasilitas produksi berteknologi tinggi seluas 10 hektar di kawasan tersebut. Lokasi pabrik merupakan wilayah strategis yang dikelilingi oleh infrastruktur utama, seperti Tol Trans Jawa, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan proyek kereta cepat. Ken optimistis keunggulan itu akan mengoptimalkan produksi, logistik, dan proses ekspor. ’’Pabrik baru ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat akan produk kami,’’ imbuhnya. Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM Cahyo Purnomo menyambut baik investasi tersebut. Dia berharap proyek itu bisa berkontribusi bagi ekonomi nasional dan daerah. ’’Ini menunjukan bahwa iklim berinvestasi di Indonesia secara umum, termasuk di Jawa Barat atau di Subang secara khusus ini iklimnya cukup kondusif dan kompetitif. Serta bisa bersaing dengan negara dan wilayah lain,’’ jelas dia. Pembangunan fase 1 pabrik baru PT Kids Play Indonesia itu dijadwalkan selesai dan dapat mulai beroperasi pada September 2025. Semua produk yang diproduksi di fasilitas modern ini akan diekspor sepenuhnya ke pasar internasional, yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan Indonesia. Dengan perkiraan penciptaan lebih dari 4.000 lapangan kerja baru, proyek ini tidak hanya akan menguntungkan PT Kids Play Indonesia. Tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi di Kabupaten Subang dan nasional secara keseluruhan. ’’Investasi ini tidak hanya akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga akan memacu pembangunan ekonomi daerah. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan yang menyeluruh kepada para investor kami untuk mendukung kesuksesan mereka,’’ tutur General Manager Sales & Tenant Relations Subang Smartpolitan Binawati Dewi. Pembangunan pabrik baru itu diharapkan akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah. Termasuk meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kualitas dan penyerapan lapangan kerja. Nama Media: Radar Bandung Narasumber: Presiden Direktur PT Kids Play Indonesia, Ken Cheung. Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM, Cahyo Purnomo. General Manager Sales & Tenant Relations Subang Smartpolitan, Binawati Dewi

Read More »

Penghiliran Potensial Tarik Investasi US$618 Miliar

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal memperkirakan penghiliran 28 komoditas unggulan akan mendatangkan investasi hingga US$618 miliar pada 2040. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan 28 komoditas unggulan tersebut akan menjadi fokus penghiliran. Komoditas-komoditas tersebut dikelompokkan ke dalam delapan sektor utama, yaitu mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan. “Dari 28 komoditas ini kami sudah memetakan dari reservasinya, dari segi di mana mereka itu berada, provinsinya, kotanya. Kami juga sudah memetakan teknologinya dan para investor-investor yang sudah berinvestasi di bidang ini,” ujar Rosan dalam Rakornas Investasi 2024, Rabu (11/12). Rosan meyakini penghiliran 28 komoditas tersebut akan memberi dampak positif yang besar terhadap perekonomian. Dia memberi contoh, penghiliran akan mendatangkan investasi akan mencapai US$618 miliar hingga 2040. Perinciannya, US$498,4 miliar ke sektor mineral dan batubara, US$68,3 miliar ke sektor minyak bumi dan gas bumi, serta US$51,3 miliar ke sektor perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan. Selain itu, penghiliran 28 komoditas unggulan diyakini akan berkontribusi hingga US$235,9 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 2040. Lalu, ekspor 28 komoditas tersebut juga ditargetkan mencapai US$857,9 miliar hingga 2040. Penghiliran 28 komoditas itu akan menyerap hingga 3 juta tenaga kerja hingga 2040. Oleh sebab itu, Rosan telah mendorong revisi Peraturan Pemerintah No. 5/2021 yang mengatur penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko. Nantinya, permohonan perizinan dianggap disetujui secara otomatis apabila instansi yang berwenang tidak memberikan keputusan dalam waktu yang sudah diatur (fiktif positif). Nama Media: Bisnis Indonesia Narasumber: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani

Read More »

211 Investor Komitmen Datangkan 2 Juta Ekor Sapi

Pemerintah terus berupaya menarik minat investor di bidang produksi susu dan daging sapi. Terbaru, pemerintah akan menetapkan 21 lokasi dalam proyek strategis nasional (PSN) untuk lahan peternakan sapi terintegrasi. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini impor sapi babon untuk industri susu dan daging masih sangat kecil. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan bahwa memang ada rencana mendatangkan satu juta ekor sapi dari luar negeri. Sapi-sapi tersebut adalah sapi indukan atau babon untuk mendukung usaha susu dan daging dalam negeri. “Ada beberapa yang sudah masuk, tetapi jumlahnya belum besar,” katanya di sela FGD soal susu dan daging sapi di Jakarta kemarin (11/12). Dia berharap pada 2025 semakin banyak sapi babon yang masuk ke Indonesia. Sapi tersebut terdiri atas indukan sapi perah dan sapi betina produktif untuk peternakan daging sapi. Agung mengatakan, masuknya sapi impor itu bagian dari sebuah ekosistem bisnis atau investasi. Banyak faktor yang memengaruhi. Meski begitu, dia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam. Rencana penetapan 21 lokasi sebagai PSN adalah bagian dari upaya menarik takan, saat ini minat atau investor di bidang susu dan komitmen dari investor pedaging sapi. peternakan sapi cukup banyak. Lebih lanjut, di antaranya, ada 141 unit perusahaan investasi sapi perah. Mereka berkomitmen mendatangkan 1,2 juta sapi perah pada 2025-2029. Ada juga 70 calon investor sapi pedaging. Mereka berkomitmen mendatangkan 800 ribuan indukan sapi produktif ke Indonesia. Data Kementan menyebutkan, pasokan susu dan daging sapi lokal sampai sekarang masih jauh dari konsumsi. Sepanjang 2024, ditaksir kebutuhan susu mencapai 4,626 juta ton, tetapi produksi lokasi hanya 987.728 ton. Dengan demikian, ada defisit 79 persen. Kemudian, kebutuhan daging sapi nasional 774.410 ton. Namun, produksi nasional hanya 369.277 ton (defisit 48 persen). Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Sebab, kedepan kebutuhan susu dan daging terus meningkat. Khususnya karena ada program makan bergizi gratis (MBG). Program yang menyasar anak-anak usia sekolah se Indonesia tersebut harus diikuti dengan pasokan susu dan daging yang mencukupi. Nama Media: Jawa Pos Narasumber: Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda

Read More »

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Naik 4,8-5,6 Persen

Pertumbuhan ekonomi di Jateng diprediksi naik 4,8 persen- 5,6 persen pada tahun 2025. Untuk itu, Pemprov Jateng konsen pada sektor investasi. Hingga tahun 2024, pertumbuhan investasi di Jateng mengalami kenaikan signifikan dari 26 persen naik menjadi 33,1 persen. ‘’Kenaikan tersebut setelah Pemprov menggalakkan kawasan industri dan kemudahaan dalam perizinan,’’ kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dalam diskusi Outlook Ekonomi Jateng Pasca Pilkada 2024 yang digelar Forum Wartawan Pemprov Jateng dan DPRD Jateng, di Lobby Kantor Gubernur Jateng, Rabu (11/12). Meski demikian, kata dia, pihaknya juga fokus pada pengendalian inflasi di Jateng. Inflasi tinggi atau terlalu rendah juga tidak bagus. “Tinggi rendahnya inflasi itu tidak masalah. Yang bagus itu inflasi dapat dikendalikan dan yang terpenting predictable atau bisa diprediksikan, sehingga jika terjadi inflasi tinggi kita mampu menstabilisasi,” ujarnya. Dia menjelaskan, pasca Covid-19, pertumbuhan ekonomi pada angka 5 persen, sedikit turun dari nasional. Saat Covid-19 sempat terjadi pertumbuhan minus atau berkontraksi, tapi kemudian berada sejajar dengan nasional dan Jateng selalu juga sama pada kisaran itu 4,93 persen sementara nasional 5,05 ini kondisi terakhir pada triwulan 3 pada 2024.‘’Pada 2025, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengajak pertumbuhan ekonomi pada tahun ketiga bisa mencapai angka 8 persen,’’ katanya. Sujarwanto optimis pertumbuhan ekonomi di Jateng akan positif. Kualitas pertumbuhannya akan ada sustainabilitas. Ke depan ekspornya lumayan sehingga bisa mendongkrak meskipun impor lebih besar dan import ini yang sedang kita perhatikan,” tandasnya. Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng mencatat dari beberapa indikator keuangan, baik dari total aset dana pihak ketiga dan pertumbuhan kredit di sektor perbankan itu rata-rata memang tumbuh. Untuk aset ini sudah tumbuh 7,82 persen, ini lebih tinggi daripada nasional yang 7,5 persen. Begitu juga pada dana pihak ketiga 7,44 persen lebih tinggi daripada nasional yang hanya 6,73 persen. Nah ini yang jadi persoalan ya, di Jawa Tengah ini tumbuh 5,12 persen. Tapi kalau dibandingkan dengan nasional lebih rendah. ‘’Pada nasional angkanya 10,85%. Ini related dengan statistik. Kemudian terkait dengan rasio NPL kita memang di Jawa Tengah ini masih cukup tinggi diangkat 5,63% dibanding nasional itu diangkat 2,4%,” kata Bambang Hermanto, Direktur Lembaga Keuangan dan Jasa 2 OJK Jateng. Terjaga Pengamat Ekonomi Undip, Nugroho SBM memprediksi ekonomi Jateng pada 2025 tumbuh antara 4,8 persen sampai 5,6 persen year on year. Adapun penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Jateng adalah konsumsi rumah tangga, lalu yang kedua adalah ekspor dan yang ketiga adalah investasi atau pembentukan modal tetap. Pada 2025 itu inflasi juga diperkirakan masih dalam kisaran atau target inflasi nasional yaitu 2,5 persen plus minus satu persen. “Artinya memang inflasi di Jateng itu masih terjaga pada sasaran inflasi nasional dan inflasi yang rendah dan stabil,” tandasnya. Dr. Elen Puspitasari, Rektor Unisbank yang juga pengamat ekonomi juga mengatakan optimis pertumbuhan ekonomi akan meningkat signifikan.  “Optimis tapi tetap waspada. Kalau orang Jawa kan ada eling lan waspodo. Nah itulah nanti yang kita persiapkan terkait dengan target pertumbuhan 8 persen selama periode Presiden Prabowo Subianto,” katanya. Nama Media: Suara Merdeka Narasumber: Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko

Read More »

About Us

  • Why Invest In Indonesia

Investment Guidebook

Download Here

Project Opportunities

  • Infrastructure
  • Energy
  • Healthcare​
  • Tourism
  • Special Economic Zone​
  • Industrial Estate

Procedure

  • Setting Up Company​
  • Taxation
  • Incentives
  • Foreign Company Representative Office
  • Legal Overview

Contact Info

  • Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London
  • Ministry of Investment of the Republic Indonesia - Investment Coordinating Board (BKPM)
  • +44 (0) 3440 3830
  • iipc.london@investinindonesia.uk
  • 19th Floor, Heron Tower, 110 Bishopsgate, London EC2N 4AY, United Kingdom
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  1. Anambas
  2. Bandung
  3. Bangka
  4. Banyuwangi
  5. Bengkulu
  6. Blitar
  7. Blora
  8. Bogor
  9. Bonoi Tidal River Bore
  10. Bugam Raya
  11. Bulukumba
  12. Cianjur
  13. Donggala
  14. Garut
  15. Gresik
  16. Gunung Kidul
  17. Gunung Sitoli
  18. Jambi
  19. Kerinci
  20. Kulon Progo
  21. Magelang
  22. Malang
  23. Medana
  24. Merangin
  25. Mojokerto
  26. Muara Enim
  27. Nias Utara
  28. Pagar Alam
  29. Palembang
  30. Palu
  31. Pangandaran
  32. Pasuruan
  33. Pekanbaru
  34. Pesisir Selatan
  35. Pontianak
  36. Rembang
  37. Rote Island
  38. Rupat Island
  39. Sabang Weh Island
  40. Samosir
  41. Sanggau
  42. Saumlaki
  43. Selayar Island
  44. Selayar
  45. Semarang
  46. Serang
  47. Singkawang
  48. Sleman
  49. Sukabumi
  50. Sumenep
  51. Sungai Penuh
  52. Tasikmalaya
  53. Toba Samosir
  54. Trenggalek
  55. Wakatobi
  56. Wonogiri
  1. Wakatobi
  2. Tanjung Lesung
  3. Morotai
  4. Mandalika
  5. Labuan Bajo
  6. Kepulauan Seribu dan Kota Tua
  7. Bromo
  8. Borobudur
  9. Lake Toba
  10. Tanjung Kelayang