Skip to content
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
Instagram Linkedin

Danantara Jajaki Kerja Sama Garuda (GIAA) dengan Saudi Airlines hingga Etihad

  • iipclondon
  • May 4, 2026
  • 11:05 am
Facebook
Twitter
LinkedIn

CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Pandu Sjahrir di Washington DC, AS./dok Danantara

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia menyebut sudah menjajaki kerja sama penerbangan antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dengan sejumlah maskapai dari negara Teluk, termasuk dalam rangka membuat penerbangan haji lebih efisien.  CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pihaknya terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama, termasuk membuat perusahaan patungan atau joint venture (JV) sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.  “Kami sih terbuka ya. Kami semua penjajakan-penjajakan, baik dengan Saudi Arabia [Airlines], kemarin dengan Emirat, sempat ya, lagi bicara dengan Emirat tetapi ada kejadian ini [perang]. Kami sempat bicara juga dengan Etihad,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). 

Rosan menyebut penjajakan kerja sama dengan berbagai maskapai Negara Teluk itu ditujukan salah satunya untuk mewujudkan penerbangan haji yang lebih efisien.  Pria yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menuturkan, secara internal, Garuda juga tengah menjalani proses transformasi. Upaya itu dilakukan untuk sisi sumber daya manusianya hingga efisiensi operasional.  Rosan menyebut proses transformasi itu membutuhkan waktu. Apalagi, kenaikan harga avtur dunia menyebabkan industri penerbangan juga terdampak. 

“Memang dengan kenaikan harga avtur tentunya punya dampak terhadap seluruh penerbangan di dunia termasuk Garuda. Ya sekarang bagaimana kami bisa menavigasi ini secara baik dan benar, tetapi ini kan proses transformasi memang pasti membutuhkan waktu,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Rapat Kerja Pemerintah, Rabu (8/4/2026), Presiden Prabowo menilai pola operasional angkutan haji selama ini masih belum optimal. Dia menyoroti kondisi di mana pesawat yang mengangkut jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi terisi penuh, tetapi kembali dalam kondisi kosong.  “Selama ini pesawat Garuda berangkat membawa haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis. Arab Saudi juga demikian, mengembalikan haji ke Indonesia, kembalinya kosong,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Untuk itu, Kepala Negara mendorong terbentuknya perusahaan patungan antara Indonesia dan Arab Saudi dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50%. Dengan skema tersebut, diharapkan tingkat keterisian pesawat dapat optimal baik saat keberangkatan maupun kepulangan.  “Kenapa tidak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi, 50% Indonesia. Berangkat dari Indonesia [pesawat] penuh, pulang juga penuh. Harga [ibadah haji] bisa turun lagi, waktu lebih singkat,” kata Prabowo. Dia menegaskan bahwa pembahasan rencana tersebut harus dilakukan secara cepat. 

Presiden menekankan pentingnya langkah konkret dari manajemen Garuda Indonesia untuk segera menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.  “Harus kerja cepat. Pemerintah ini kerja cepat. Dirut Garuda nanti menghadap saya,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Danantara Jajaki Kerja Sama Garuda (GIAA) dengan Saudi Airlines hingga Etihad”, Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20260413/98/1966288/danantara-jajaki-kerja-sama-garuda-giaa-dengan-saudi-airlines-hingga-etihad#goog_rewarded.
Penulis : Dany Saputra – Bisnis.com

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

  • All Posts
  • Event
  • Newsletter
Realisasi Investasi Tembus Rp 6 Triliun

Realisasi Investasi Tembus Rp 6 Triliun

Iklim investasi di Kota Tangsel menunjukkan tren positif. Saat ini, capaian realisasi investasi sudah di angka Rp 6 triliun. “Hampir...

Perjanjian Internasional Buka Jalan Investasi ke Indonesia

Perjanjian Internasional Buka Jalan Investasi ke Indonesia

Perjanjian investasi internasional juga tak selalu mulus untuk dijalankan. Apalagi kondisi perekonomian global bersifat dinamis. Kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G-20...

DPMPTSP Jabar Realisasikan Target Sejuta NIB untuk UMKM di 2024

DPMPTSP Jabar Realisasikan Target Sejuta NIB untuk UMKM di 2024

Bandung-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat berhasil merealisasikan target sejuta Nomor Induk Berusaha (NIB),...

About Us

  • Why Invest In Indonesia

Investment Guidebook

Download Here

Project Opportunities

  • Infrastructure
  • Energy
  • Healthcare​
  • Tourism
  • Special Economic Zone​
  • Industrial Estate

Procedure

  • Setting Up Company​
  • Taxation
  • Incentives
  • Foreign Company Representative Office
  • Legal Overview

Contact Info

  • Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London
  • Ministry of Investment of the Republic Indonesia - Investment Coordinating Board (BKPM)
  • +44 (0) 3440 3830
  • iipc.london@investinindonesia.uk
  • 18th Floor, Heron Tower, 110 Bishopsgate, London EC2N 4AY, United Kingdom
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  1. Anambas
  2. Bandung
  3. Bangka
  4. Banyuwangi
  5. Bengkulu
  6. Blitar
  7. Blora
  8. Bogor
  9. Bonoi Tidal River Bore
  10. Bugam Raya
  11. Bulukumba
  12. Cianjur
  13. Donggala
  14. Garut
  15. Gresik
  16. Gunung Kidul
  17. Gunung Sitoli
  18. Jambi
  19. Kerinci
  20. Kulon Progo
  21. Magelang
  22. Malang
  23. Medana
  24. Merangin
  25. Mojokerto
  26. Muara Enim
  27. Nias Utara
  28. Pagar Alam
  29. Palembang
  30. Palu
  31. Pangandaran
  32. Pasuruan
  33. Pekanbaru
  34. Pesisir Selatan
  35. Pontianak
  36. Rembang
  37. Rote Island
  38. Rupat Island
  39. Sabang Weh Island
  40. Samosir
  41. Sanggau
  42. Saumlaki
  43. Selayar Island
  44. Selayar
  45. Semarang
  46. Serang
  47. Singkawang
  48. Sleman
  49. Sukabumi
  50. Sumenep
  51. Sungai Penuh
  52. Tasikmalaya
  53. Toba Samosir
  54. Trenggalek
  55. Wakatobi
  56. Wonogiri
  1. Wakatobi
  2. Tanjung Lesung
  3. Morotai
  4. Mandalika
  5. Labuan Bajo
  6. Kepulauan Seribu dan Kota Tua
  7. Bromo
  8. Borobudur
  9. Lake Toba
  10. Tanjung Kelayang