Skip to content
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
Instagram Linkedin

KEK Industropolis Batang Raup Minat Investor Hungaria, Kantongi Dua MoU Energi Hijau

  • iipclondon
  • June 3, 2026
  • 1:21 pm
Facebook
Twitter
LinkedIn

Eropa — Pemerintah Indonesia mempromosikan peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kepada komunitas bisnis Hungaria melalui forum bisnis bertajuk Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone yang digelar di Budapest, Hungaria, Kamis (21/5). 

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang. Dalam sambutannya, Sekjen Edwin menyampaikan bahwa KEK Indonesia dikembangkan sebagai mesin utama transformasi ekonomi nasional melalui ekosistem industri terintegrasi, insentif investasi kompetitif, serta konektivitas strategis menuju kawasan Indo-Pasifik.

“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kami mengundang dunia usaha internasional tidak hanya untuk menyaksikan transformasi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Sekjen Edwin.

Sekjen Edwin juga menegaskan bahwa Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi. Menurutnya, Hungaria dikenal sebagai salah satu pusat riset farmasi terkemuka di Eropa Tengah dan Timur, sementara Indonesia menawarkan skala pasar dan infrastruktur yang kompetitif untuk pengembangan investasi jangka panjang. 

Dalam forum ini, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Putu Ngurah Wirawan, memaparkan perkembangan signifikan KEK Industropolis Batang yang hingga saat ini telah mencatatkan total investasi sebesar USD1,3 miliar dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung. Ia juga menyampaikan tingginya minat investor terhadap kawasan tersebut tercermin dari peningkatan penjualan lahan yang jauh melampaui rata-rata kawasan industri nasional.

“Pada 2024, penjualan lahan di KEK Industropolis Batang mencapai 104 hektare dan pada 2025 telah mencapai 97 hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata penjualan kawasan industri pada umumnya yang hanya berkisar 15–20 hektare per tahun. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan daya saing KEK Industropolis Batang,” ujar Agung. 

Selain mempromosikan peluang investasi di KEK Industropolis Batang, pemerintah memperkenalkan sejumlah KEK sektor kesehatan kepada komunitas bisnis Hungaria, di antaranya KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten melalui sesi forum dan one-on-one business meeting. 

Dalam sesi business matching yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi, Bambang Wijanarko, sejumlah potensi kerja sama turut dibahas, antara lain pengembangan sektor manajemen air dan daur ulang air industri untuk mendukung kebutuhan kawasan di masa depan, peluang investasi properti dan fasilitas pendukung bagi pekerja di KEK Industropolis Batang, serta penjajakan skema pendanaan bersama antara pemerintah Hungaria dan Indonesia untuk mendukung proyek-proyek strategis.

Pada forum tersebut juga dilakukan penandatanganan dua MoU business-to-business (B-to-B) antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Industropolis Batang dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Sebelum forum berlangsung, delegasi Indonesia melakukan serangkaian pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), dan Hungarian Water Partnership pada Rabu (20/5). Dalam pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat besar terhadap sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, dan smart city. Bahkan, pihak HCCI mengusulkan agar KEK Industropolis Batang dijadikan pilot project teknologi pengolahan air Hungaria di Indonesia.

Rangkaian promosi investasi ini berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di Eropa Timur dan Tengah sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau, pengelolaan air, teknologi digital, dan manufaktur maju. 

Sebagai tindak lanjut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian/lembaga terkait akan mempercepat agenda business matching lanjutan, kunjungan investor ke Indonesia, serta pembahasan implementasi kerja sama investasi dan transfer teknologi. 

Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus

Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi

Bambang Wijanarko

  • All Posts
  • Event
  • Newsletter
Realisasi Investasi Tembus Rp 6 Triliun

Realisasi Investasi Tembus Rp 6 Triliun

Iklim investasi di Kota Tangsel menunjukkan tren positif. Saat ini, capaian realisasi investasi sudah di angka Rp 6 triliun. “Hampir...

Perjanjian Internasional Buka Jalan Investasi ke Indonesia

Perjanjian Internasional Buka Jalan Investasi ke Indonesia

Perjanjian investasi internasional juga tak selalu mulus untuk dijalankan. Apalagi kondisi perekonomian global bersifat dinamis. Kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G-20...

DPMPTSP Jabar Realisasikan Target Sejuta NIB untuk UMKM di 2024

DPMPTSP Jabar Realisasikan Target Sejuta NIB untuk UMKM di 2024

Bandung-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat berhasil merealisasikan target sejuta Nomor Induk Berusaha (NIB),...

About Us

  • Why Invest In Indonesia

Investment Guidebook

Download Here

Project Opportunities

  • Infrastructure
  • Energy
  • Healthcare​
  • Tourism
  • Special Economic Zone​
  • Industrial Estate

Procedure

  • Setting Up Company​
  • Taxation
  • Incentives
  • Foreign Company Representative Office
  • Legal Overview

Contact Info

  • Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London
  • Ministry of Investment of the Republic Indonesia - Investment Coordinating Board (BKPM)
  • +44 (0) 3440 3830
  • iipc.london@investinindonesia.uk
  • 18th Floor, Heron Tower, 110 Bishopsgate, London EC2N 4AY, United Kingdom
  • Why Indonesia
  • Project Opportunities
    • Infrastructure
    • Energy
    • Special Economic Zone
    • Healthcare
    • Tourism
    • Industrial Estates
  • Services
    • Service
    • Our team
    • Letter of Reference
  • Procedure
    • Setting Up Company​
    • Taxation
    • Incentives
    • Foreign Company Representative Office
    • Legal Overview
  • Contact Us
  1. Anambas
  2. Bandung
  3. Bangka
  4. Banyuwangi
  5. Bengkulu
  6. Blitar
  7. Blora
  8. Bogor
  9. Bonoi Tidal River Bore
  10. Bugam Raya
  11. Bulukumba
  12. Cianjur
  13. Donggala
  14. Garut
  15. Gresik
  16. Gunung Kidul
  17. Gunung Sitoli
  18. Jambi
  19. Kerinci
  20. Kulon Progo
  21. Magelang
  22. Malang
  23. Medana
  24. Merangin
  25. Mojokerto
  26. Muara Enim
  27. Nias Utara
  28. Pagar Alam
  29. Palembang
  30. Palu
  31. Pangandaran
  32. Pasuruan
  33. Pekanbaru
  34. Pesisir Selatan
  35. Pontianak
  36. Rembang
  37. Rote Island
  38. Rupat Island
  39. Sabang Weh Island
  40. Samosir
  41. Sanggau
  42. Saumlaki
  43. Selayar Island
  44. Selayar
  45. Semarang
  46. Serang
  47. Singkawang
  48. Sleman
  49. Sukabumi
  50. Sumenep
  51. Sungai Penuh
  52. Tasikmalaya
  53. Toba Samosir
  54. Trenggalek
  55. Wakatobi
  56. Wonogiri
  1. Wakatobi
  2. Tanjung Lesung
  3. Morotai
  4. Mandalika
  5. Labuan Bajo
  6. Kepulauan Seribu dan Kota Tua
  7. Bromo
  8. Borobudur
  9. Lake Toba
  10. Tanjung Kelayang