Tanggal: Tuesday, 13 August 2024
Nama Media: Ujung Pandang Ekspres
Halaman: 1
Nama Wartawan:
Sentiment: Positif
Narasumber: Plh Kepala DPMPTSP Sulsel, Muhammad Arafah
Rubrik:
Topik: Investasi
Implikasi:
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel optimis mencapai target investasi Rp17 triliun hingga akhir tahun ini. Pasalnya, realisasi investasi sepanjang semester pertama 2024 dalam tren meningkat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel optimis mencapai target investasi Rp17 triliun hingga akhir tahun ini. Pasalnya, realisasi investasi sepanjang semester pertama 2024 dalam tren meningkat.
Dimana, DPMPTSP Sulsel mencatat, total realisasi investasi Sulsel triwulan II 2024 Rp3,48 triliun. Realisasi ini meningkat signifikan jika dibandingkan triwulan I 2024, yang tercatat Rp2,5 triliun lebih.
“Kita memiliki target yang cukup tinggi sebenarnya tahun ini, yakni Rp17 triliun. Tetapi dengan tren peningkatan ini, kita optimis target itu bisa tercapai,” ungkap Plh Kepala DPMPTSP Sulsel, Muhammad Arafah.
Khusus untuk triwulan II 2024, lanjut dia, realisasi investasi triwulan II terbagi atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,52 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp1,95 triliun. Sedangkan serapan tenaga kerja perusahaan PMA/ PMDN mencapai 6.386 orang dengan rincian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 6.314 orang dan Tenaga Kerja Asing (TKA) 72 orang.
Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi terbesar di sektor pertambangan dengan nilai Rp691 miliar; sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp637 miliar; sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp543 miliar; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp342 miliar; serta sektor perdagangan dan reparasi Rp289 miliar.
Sementara untuk lima realisasi investasi triwulan II tahun 2024 berdasarkan lokasi, tertinggi di Kabupaten Bantaeng Rp711 miliar lebih. “Kemudian Luwu Timur Rp651 miliar, Maros Rp 568 miliar. Kota Makassar di triwulan II Rp517 miliar, dan Kabupaten Luwu Rp181 miliar,” urainya.
Sementara lima besar negara dengan nilai realisasi investasi tertinggi pada periode tersebut, yakni Tiongkok menempati peringkat pertama, kemudian disusul berturut-turut oleh Singapura, Australia, dan Amerika Serikat.



