Tanggal: Tuesday, 13 August 2024
Nama Media: Neraca
Halaman: 9
Nama Wartawan:
Sentiment: Positif
Narasumber: Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kota Sukabumi, Teten Agus Sugihan
Rubrik:
Topik: Investasi
Implikasi:
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, terus mempromosikan kelebihan-kelebihan sebagai daerah tujuan investasi. Makanya, berbagai pelayanan maksimal terus dilakukan. Seperti halnya melakukan dan menerapkan strategi ataupun arahan dari pusat.
Sukabumi – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, terus mempromosikan kelebihan-kelebihan sebagai daerah tujuan investasi. Makanya, berbagai pelayanan maksimal terus dilakukan. Seperti halnya melakukan dan menerapkan strategi ataupun arahan dari pusat.
Kami terus berupaya untuk mempromosikan Kota Sukabumi kepada pelaku investor,” ujar Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kota Sukabumi, Teten Agus Sugihan, kepada Neraca, Senin (12/8).
Untuk itu, dalam penyediaan sarana promosi yang dimaksud, kata Teten, tentu saja ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Diantaranya, identifikasi cakupan materi sarana promosi, melakukan koordinasi dengan unit dan intansi, penyusunan materi promosi, penentuan format sarana promosi, dan pembuatan desain.
“Kemudian, kalau untuk kegiatannya tentu saja tidak lepas dari publikasi informasi melalui sarana promosi, penyelenggaraan pada pameran penanaman modal, melakukan seminar penanaman modal dengan forum bisnis, dan tatap muka. Kemudian, penerimaan misi dan tindak lanjut dari seluruh kegiatan tersebut,” terangnya.
Secara umum, sambung Teten, investasi adalah, aktivitas menanamkan modal ke dalam bentuk aset tertentu, agar nilai aset yang lebih besar dibandingkan saat awal menanamkan modal. Meskipun saat ini, Kota Sukabumi sendiri hanya bisa ditempati oleh industri non polutan, serta sektor industri pengolahan berskala kecil dan menengah. Sehingga wajar jika yang menanamkan modalnya itu masih seputar sektor jasa dan perdagangan.
“Investasi di Kota Sukabumi itu masih didominasi oleh jasa dan perdagangan, seperti properti salah satunya,” katanya.
Pihaknya menambahkan, dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi, wilayah yang masih bisa dijadikan prospek investasi. Yakni, Kecamatan Baros, Cibeureum dan Lembursitu (Bacile). Karena ketiga wilayah tersebut, tergolong masih memiliki lahan yang luas. “Wilayah Bacile itu masih menjadi peluang besar untuk dijadikan peluang investasi, karena mempunyai lahan yang sangat luas,” jelasnya.
Teten juga mengungkapkan, jika saat ini sudah diterapkannya sistem pelayanan perizinan dan penanaman modal melalui aplikasi One Single Submission (OSS). Aplikasi tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah perizinan berusaha, khususnya di Kota Sukabumi. Selain itu juga, upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat, murah dan mudah.
“Aplikasi OSS ini langsung terintegrasi, berlaku di seluruh indonesia, serta dapat diakses dari manapun dan kapan saja. Alhamdulillah seiring perjalanannya tidak ada kendala, bahkan para pengusaha mengaku mudah, akunya.
Sementara itu, jumlah investasi yang masuk hingga semester I (satu) tahun 2024, mencapai 570.088.047.146. Dari jumlah tersebut, aku Teten, mampu menyerap tenaga kerja mencapai 12.297, dengan jumlah perusahaan mencapai 5.650. Yakni, perusahaan kecil (PK) mencapai 424, Perusahaan menengah (PM) 12, mikro 5.160, dan sebanyak 54merupakan perusahaan besar (PB).



